Archive for September 2012
S + P + O + K
Ket Tobe1 =
1. is Tempat (adverb)
2. Am + S + Tobe + Pekerjaan (naon)
3. Are Sifat (adjective)
Ket V1 =
1. S + V1 = They, We, I, You
2. S + V1 + S atau ES = She, He, It
Ket Tobe1 =
1. is Tempat (adverb)
2. Am + S + Tobe + Pekerjaan (naon)
3. Are Sifat (adjective)
Ket V1 =
1. S + V1 = They, We, I, You
2. S + V1 + S atau ES = She, He, It
Meningkatkan semangat belajar
Setiap
orang menjadi dewasa karena belajar dan pengalaman selama hidupnya.
Belajar pada umumnya dilakukan seseorang sejak mereka ada di dunia ini.
Ada beberapa ahli yang mendefinisikan istilah belajar dengan beberapa
uraian yang tidak sama. Untuk dapat memahami dan mempunyai gambaran yang
luas, berikut ini diberikan beberapa pengertian belajar menurut
beberapa ahli :
a. Whittaker, belajar adalah proses tingkah laku yang ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
b. Kimble,
belajar adalah perubahan relatif permanen dalam potensi bertindak, yang
berlangsung sebagai akibat adanya latihan yang diperkuat.
c. Winkel,
belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam
interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap.
d. Sdaffer, belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif menetap, sebagai hasil pengalaman-pengalaman atau praktik.
Berdasarkan
definisi di atas dapat dikatakan bahwa, belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku
yang baru sebagai pengalaman individu itu sendiri.
Perubahan
yang terjadi setelah seseorang melakukan kegiatan belajar dapat berupa
ketrampilan, sikap, pengertian ataupun pengetahuan. Belajar merupakan
peristiwa yang terjadi secara sadar dan disengaja, artinya seseorang
yang terlibat dalam peristiwa belajar pada akhirnya menyadari bahwa ia
mempelajari sesuatu, sehingga terjadi perubahan pada dirinya sebagai
akibat dari kegiatan yang disadari dan sengaja dilakukannya tersebut.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Belajar
merupakan hal yang kompleks. Apabila ini dikaitkan dengan hasil belajar
siswa, ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Menurut
Suryabrata (1989:142), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
digolongkan menjadi 3, yaitu: faktor dari dalam, faktor dari luar dan
faktor instrumen.
Faktor
dari dalam yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar yang
berasal dari siswa yang sedang belajar. Faktor-faktor ini meliputi :
a. Fisiologi,
meliputi kondisi jasmaniah secara umum dan kondisi panca indra. Anak
yang segar jasmaninya akan lebih mudah proses belajarnya. Anak-anak yang
kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya di bawah anak-anak yang
tidak kekurangan gizi, kondisi panca indra yang baik akan memudahkan
anak dalam proses belajar.
a. Kondisi
psikologis, yaitu beberapa faktor psikologis utama yang dapat
mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, bakat, minat,
motivasi, emosi dan kemampuan kognitif.
1). Faktor
kecerdasan yang dibawa individu mempengaruhi belajar siswa. Semakin
individu itu mempunyai tingkat kecerdasan tinggi, maka belajar yang
dilakukannya akan semakin mudah dan cepat. Sebaliknya semakin individu
itu memiliki tingkat kecerdasan rendah, maka belajarnya akan lambat dan
mengalami kesulitan belajar.
2). Bakat
individu satu dengan lainnya tidak sama, sehingga menimbulkan
belajarnya pun berbeda. Bakat merupakan kemampuan awal anak yang dibawa
sejak lahir.
3). Minat
individu merupakan ketertarikan individu terhadap sesuatu. Minat
belajar siswa yang tinggi menyebabkan belajar siswa lebih mudah dan
cepat.
4). Motivasi
belajar antara siswa yang satu dengan siswa lainnya tidaklah sama.
Adapun pengertian motivasi belajar adalah ”Sesuatu yang menyebabkan
kegiatan belajar terwujud”. Motivasi belajar dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain: cita-cita siswa, kemampuan belajar siswa, kondisi
siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam belajar dan upaya
guru membelajarkan siswa.
5). Emosi
merupakan kondisi psikologi (ilmu jiwa) individu untuk melakukan
kegiatan, dalam hal ini adalah untuk belajar. Kondisi psikologis siswa
yang mempengaruhi belajar antara lain: perasaan senang, kemarahan,
kejengkelan, kecemasan dan lain-lain.
6). Kemampuan kognitif siswa yang mempengaruhi belajar mulai dari aspek pengamatan, perhatian, ingatan, dan daya pikir siswa.
Faktor
dari luar yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar siswa yang
mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor-faktor ini meliputi :
a. Lingkungan alami
Lingkungan
alami yaitu faktor yang mempengaruhi dalam proses belajar misalnya
keadaan udara, cuaca, waktu, tempat atau gedungnya, alat-alat yang
dipakai untuk belajar seperti alat-alat pelajaran.
1). Keadaan
udara mempengaruhi proses belajar siswa. Apabila udara terlalu lembab
atau kering kurang membantu siswa dalam belajar. Keadaan udara yang
cukup nyaman di lingkungan belajar siswa akan membantu siswa untuk
belajar dengan lebih baik.
2). Waktu belajar mempengaruhi proses belajar siswa misalnya: pembagian waktu siswa untuk belajar dalam satu hari.
3). Cuaca
yang terang benderang dengan cuaca yang mendung akan berbeda bagi siswa
untuk belajar. Cuaca yang nyaman bagi siswa membantu siswa untuk lebih
nyaman dalam belajar.
4). Tempat
atau gedung sekolah mempengaruhi belajar siswa. Gedung sekolah yang
efektif untuk belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut: letaknya jauh
dari tempat-tempat keramaian (pasar, gedung bioskop, bar, pabrik dan
lain-lain), tidak menghadap ke jalan raya, tidak dekat dengan sungai, dan sebagainya yang membahayakan keselamatan siswa.
5). Alat-alat
pelajaran yang digunakan baik itu perangkat lunak (misalnya, program
presentasi) ataupun perangkat keras (misalnya Laptop, LCD).
b. Lingkungan sosial
Lingkungan
sosial di sini adalah manusia atau sesama manusia, baik manusia itu ada
(kehadirannya) ataupun tidak langsung hadir. Kehadiran orang lain pada
waktu sedang belajar, sering kali mengganggu aktivitas belajar. Dalam
lingkungan sosial yang mempengaruhi belajar siswa ini dapat dibedakan
menjadi tiga, yaitu: (1) lingkungan sosial siswa di rumah yang meliputi
seluruh anggota keluarga yang terdiri atas: ayah, ibu, kakak atau adik
serta anggota keluarga lainnya, (2) lingkungan sosial siswa di sekolah
yaitu: teman sebaya, teman lain kelas, guru, kepala sekolah serta
karyawan lainnya, dan (3) lingkungan sosial dalam masyarakat yang
terdiri atas seluruh anggota masyarakat.
Faktor
instrumental adalah faktor yang adanya dan penggunaannya dirancang
sesuai dengan hasil yang diharapkan. Faktor instrumen ini antara lain:
kurikulum, struktur program, sarana dan prasarana, serta guru.
Faktor
instrumen yang berkaitan dengan sarana dan prasarana pembelajaran
adalah media pembelajaran. Dalam hal ini adalah media komputer dengan
memanfaatkan program animasi SWiSH yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
c. Motivasi Belajar
Wlodkowski
(dalam Suciati, 2001:52) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi
yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, serta yang memberi
arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
Sementara Ames dan Ames (Suciati, 2001) menjelaskan motivasi sebagai
perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan
lingkungannya. Menurut definisi ini, konsep diri yang positif akan
menjadi motor penggerak bagi kemauan seseorang.
Dalam
proses belajar, motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan yang
tidak mudah patah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak
kesulitan. Motivasi juga ditunjukkan melalui intensitas unjuk kerja
dalam melakukan suatu tugas. McClelland menunjukkan bahwa motivasi
berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64
persen terhadap prestasi belajar.
Dari
berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) telah menyusun
seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses
pembelajaran, yang disebut sebagai model ARCS, yaitu:
a. Attention (Perhatian)
Perhatian
peserta didik muncul karena didorong rasa ingin tahu. Oleh sebab itu,
rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan, sehingga peserta didik
akan memberikan perhatian selama proses pembelajaran. Rasa ingin tahu
tersebut dapat dirangsang melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain
dengan yang sudah ada, kontradiktif atau kompleks.
Apabila
elemen-elemen tersebut dimasukkan dalam rencana pembelajaran, hal ini
dapat menstimulus rasa ingin tahu peserta didik. Namun, perlu
diperhatikan agar tidak memberikan stimulus yang berlebihan, untuk
menjaga efektifitasnya.
b. Relevance (Relevansi)
Relevansi
menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan
kondisi peserta didik. Motivasi peserta didik akan terpelihara apabila
mereka menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi
atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang.
Kebutuhan
pribadi (basic need) dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu motif
pribadi, motif instrumental dan motif kultural. Motif nilai pribadi
(personal motif value), menurut McClelland mencakup tiga hal, yaitu (1)
kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement), (2) kebutuhan untuk
berkuasa (needs for power), dan (3) kebutuhan untuk berafiliasi (needs
for affiliation).
Sementara
nilai yang bersifat instrumental, yaitu keberhasilan dalam mengerjakan
suatu tugas dianggapm sebagai langkah untuk mnecapai keberhasilan lebih
lanjut. Sedangkan niali kultural yaitu apabila
tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang
dipegang oleh kelpmpok yang diacu peserta didik, seperti orang tua,
teman, dan sebagainya.
c. Confidence (Percaya diri)
Merasa
diri kompeten atau mampu, merupakan potensi untuk dapat berinteraksi
secara positif dengan lingkungan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini
adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan
untuk berhasil. Harapan ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman
sukses di masa lampau. Motivasi dapat memberikan ketekunan untuk membawa
keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut
akan memotivasi untuk mengerjakan tugas berikutnya.
d. Satisfaction (Kepuasan)
Keberhasilan
dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Kepuasan karena
mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang
berasal dari dalam maupun luar individu. Untuk meningkatkan dan
memelihara motivasi peserta didik, dapat menggunakan pemberian penguatan
(reinforcement) berupa pujian, pemberian kesempatan, dsb.
Menumbuhkan Semangat Belajar Anak
- Memberikan motivasi. semakin kuat motivasinya semakin besar pula ia belajar. Karena itu, orang tua hendaknya memberi motivasi agar dorongan untuk belajar tumbuh dari diri anak sendiri.
- Menjelaskan tujuan belajar. Tujuan dapat memberi arah yang jelas bagi anak dalam belajar. dengan tujuan belajar yang dipahaminya, anak akan lebih tekun dalam belajar.
- Menjelaskan manfaat belajar. Menjelaskan manfaat belajar dapat dilakukan dengan memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari- hari di sekitar anak. Misalnya, si Anu yang tadinya pernah tidak naik kelas, akhirnya bisa lulus dengan nilai terbaik di sekolah.
- Memberi kesempatan belajar. Memberi kesempatan berarti juga tidak mengganggu anak pada saat sedang tekun belajar. orang tua bisa pula mengajak anak berkunjung ke tempat- tempat yang memberi suasana belajar, misalnya Perpustakaan, Kebun binatang.
- Menciptakan suasana bersaing. Persaingan bisa dilakukan dengan diri sendiri atau orang lain. Contohnya, orang tua mendorong anak berlomba mengejar prestasi disini tidak melulu berupa angka yang baik, tetapi juga peningkatan- peningkatan yang di capai.
- Mencukupi sarana belajar. Dalam memenuhi sarana belajar hendaknya sesuai dengan tingkat kebutuhan anak, karena kebutuhan mereka berbeda.
- Memberikan teladan. Anak akan lebih bergairah dalam belajar bila melihat orang tuanya juga selalu belajar.
- Memberi hadiah. Anak yang menunjukkan prestasi baik dari hasil belajarnya layak mendapat hadiah. Bentuknya bisa materi, kasih sayang, perhatian, pujian dll.
- Membimbing dan mengajarkan. Pendidikan di sekolah saja kadang belum mencukupi, sehingga orangtua disamping memotivasi juga perlu membimbing dan mengajarkan materi-materi yang belum dipahami anak (bila sanggup). Kalau tidak sanggup cari infonya dari berbagai sumber (internet, diskusi dengan teman/guru, buku, dll).